Batuk Napoleon dan Budaya Mundur

Oleh : Asma Nadia REPUBLIKA.CO.ID, Seorang perwira menghadap Napoleon Bonaparte, menanyakan kebijakan sang kaisar terhadap seribu dua ratus tawanan Turki yang tertangkap. Kebetulan pemimpin tertinggi Prancis tersebut  sedang menderita flu berat sehingga sering kali terbatuk-batuk. Lantaran kesal, orang terkuat di Eropa itu  mengumpat “ma sacre toux!” yang artinya “batuk sialan!”.  Namun,  gara-gara kalimat diiringi suara…

Gelar Islam Radikal dari Islamofobia

Oleh : Nasihin Masha REPUBLIKA.CO.ID, Media-media asing menyebut kemenangan Anies-Sandi sebagai kemenangan Islam radikal, Islam garis keras, dan Islam fundamentalis. Sejumlah, bahkan banyak, pihak di dalam negeri juga menyebut hasil Pilkada DKI 2017 sebagai kemenangan Islam radikal. Para penuduh ini seperti sedang membuat orang-orangan sawah bahwa politik identitas sebagai hantu yang harus diusir. Intinya orang…

Ultra-Kanan, Laicite, Islam Prancis

Oleh : Azyumardi Azra REPUBLIKA.CO.ID,Kelompok ultra-right atau sering juga disebut far right yang anti-Muslim, anti-migrasi dan anti-Uni Eropa (European Union/UE) di bawah pimpinan Marine Le Pen tampak menemukan momentum. Mereka secara mengejutkan berhasil mendapatkan 21,4 persen suara dalam Pemilu Presiden Prancis pekan lalu (Ahad 23/4/17). Para pendukung partai konservatif dan sosialis yang sempat nervous menjelang…

Anak Muda dan Radikalisme

Oleh : Azyumardi Azra REPUBLIKA.CO.ID, Ekstremisme dan radikalisme tampaknya tidak mengenal negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia atau negara-negara Eropa di mana kaum Muslimin merupakan komunitas minoritas. Ekstremisme tumbuh tanpa mempertimbangkan faktor demografis- banyak atau sedikitnya jumlah kaum Muslim di kawasan tertentu. Lingkungan sosial-budaya, politik dan ekonomi yang berbeda di kedua kawasan demografis bisa menjadi…

Wajah Ibu Pertiwi

Oleh : Asma Nadia REPUBLIKA.CO.ID, Kulihat ibu pertiwi – Sedang bersusah hati – Air matanya berlinang… Kupandangi raut Ibu Pertiwi dalam-dalam. Menyaksikan kemuramannya, aku pun mengajukan pertanyaan. Apa yang membuatnya tampak begitu terpukul? Dengan kedukaan pekat, ia mulai bercerita. Sebuah kisah bermula di tahun 2001. Putra bangsa, anaknya, pulang ke rumah menyodorkan nilai  1,9 pada…